menjejak di pagi hari dan menghamba di malam hari. menjejak untuk tetap setia dan harmonis dengan kebaikan. saat riak-riak godaan ‘kedegilan’ menggila dan menggoda untuk setia kepada kebaikan perlu api yang menyala, bukan hanya ada. menjejak di pagi hari, karena pagi merupakan habitat aktivitas. segala aktivitas yang senantiasa dimulai dengan bismillah dan segala niat baik.
menghamba di malam hari. rasa haru bercampur rindu ingin bertemu Tuhan, berkecamuk dalam relung jiwa para penghamba sejati. melepaskan segala ego kebodohan dan intelektualitas. mengkerdilkan segala kejayaan dunia dan mengharu biru di pusara malam. Tuhan yang baik KAU lah yang membuat detak jantung kami berdegup, terkadang kencang namun seringkali melambat. di sisi lain taqwa kami sering melambat dan sangat jarang cepat, alih-alih malah terjerembab di titik nadir ketaqwaan.
mau tidak mau, suka tidak suka. kita harus menjadi hamba yang pandai bersyukur
celoteh pagi, untuk tidak mendapatkan “cocolat*s”
heryadi silvianto